Jumat, 30 Desember 2016

Game Theory

Video game merupakan suatu permainan elektronik yang memiliki interaksi pemain dengan interface pada layar untuk menghasilkan feedback pada perangkat video seperti TV atau monitor. Video game dapat dimainkan pada berbagai jenis perangkat, seperti konsol, PC, maupun perangkat mobile. Dimensi yang dihasilkan pada suatu video game dapat berupa 3 dimensi maupun 2 dimensi.

System elektronik yang digunakan untuk memainkan video game dikenal sebagai platform. Setiap platform untuk memainkan video game memiliki arsitektur dan hardware yang berbeda, sehingga untuk membuat game lintas platform membutuhkan waktu yang lebih lama di banding dengan membuat game pada satu platform saja. Performa yang di miliki oleh platform game ini juga berbeda satu dengan yang lainnya. Perbedaan ini dapat berupa grafik yang di tampilkan, frame rate pada saat memainkan, kemampuan dalam peningkatan versi hardware dan juga biaya yang di butuhkan dalam memiliki suatu platform tertentu. Selain itu, mobilitas pemain juga dapat di tentukan oleh platform yang di gunakan. Ada yang dapat di mainkan dimana saja selama persediaan tenaga dari batrai masih ada, dan ada juga yang mengharuskan terkoneksi penuh dengan sumber daya dan sumber output video dan sound saat melakukan permainan.

Untuk memainkan suatu game, dibutuhkan suatu alat input yand dinamakan dengan kontroler. Kontroler ini juga berbeda-beda setiap platform. Contoh dari kontroler yang digunakan untuk memainkan game adalah gamepad, joystick, mouse, keyboard, touchscreen dan lainnya. Untuk menghasilkan grafik yang bagus untuk memenuhi keinginan konsumen dan penerapan teknologi, hardware pada platform game terus mengalami peningkatan. Peningkatan pada hardware platform ini baiknya di iringi dengan perangkat layar video yang telah support dengan platform agar menghasilkan grafis yang indah dan gameplay yang smooth.


Tujuan utama dari video game adalah menghasilkan suatu permainan yang dapat memberikan hiburan dan kepuasan batin kepada orang-orang yang memainkannya. Selain itu, video game memiliki fungsi komersil bagi pada developer game dan perangkat yang memiliki hubungan dengan pembuatan dan pendistribusian gam sampai ke konsumen. Industri game dan perangkat untuk memainkan game menjadi sektor yang menjanjikan dan terus berkembang pesat.
Baca Selengkapnya → Game Theory

Kamis, 29 Desember 2016

Game Genre

Video game genre adalah suatu klasifikasi terhadap video game berdasarkan pada interaksi gameplay secara visual maupun naratif. Video game genre merupakan seperangkat tantangan gameplay dan klasifikasi tersendiri mengenai setting atau konten dari game. Genre dari sebuah game juga merupakan hasil dari pendapat individu yang telah memainkan suatu game, bahkan dalam satu game dapat memiliki lebih dari satu jenis genre.

Klasifikasi game pertama yang membedakan suatu video game dibuat oleh Chris Crawford dalam bukunya yang berjudul The Art of Computer Game Design pada tahun 1984. Buku ini berfokus pada pengalaman dan aktivitas yang dibutuhkan oleh pemain pada gameplay game yang ada. Semakin berkembangnya teknologi, maka perkembangan dibidang video game juga semakin pesat, hal ini dapat membuat genre-genre dari video game bertambah dan semakin bervariasi.

Beberapa contoh dari genre game :

Action

Game dengan genre action menawarkan tantangan fisik yang membutuhkan koordinasi mata dan tangan serta skill motorik. Pemain akan memegang kendali terhadap aksi didalam game. Genre action ini memiliki beberapa sub-genre seperti platform game, fighting, stealth dan juga shooter game.

Action-adventure

Genre ini mengkombinasikan element pada dua genre yaitu action dan juga adventure. Genre ini berfokus pada eksplorasi wilayah, pengumpulan benda, problem solving, dan juga kombat.

Adventure

Genre ini mendeskripsikan suatu game yang membutuhkan kemampuan dari player untuk menyelesaikan masalah pada game dengan berinteraksi dengan lingkungan yang ada.

Role-playing

Merupakan genre game yang menjadikan pemain sebagai karakter didalam game yang melakukan sebuah petualangan dengan skill tertentu yang telah disediakan untuk melakukan suatu misi tertentu dan berfokus kepada story.

Simulation

Genre game ini menyajikan game yang mensimulasikan suatu keadaan atau kondisi. Contohnya seperti simulasi kehidupan, simulasi pembangunan kota, simulasi pengolahan tempat hiburan, simulasi suatu pekerjaan dan simulasi lainnya.

Strategy

Genre ini berfokus kepada gameplay yang membutuhkan suatu pemikiran dan perencanaan untuk menyelesaikan permainan dan memperoleh kemenangan.

Sports


Game pada genre ini biasanya berfokus pada simulasi olahraga yang ada pada dunia nyata. 
Baca Selengkapnya → Game Genre

Game Engine : Panta Rhei

Panta Rhei merupakan game engine yang dikembangkan oleh Capcom untuk digunakan pada konsol generasi ke 8 seperti Playstation 4 dan Xbox One sebagai pengganti dari engine lama, MT Frame Work. Setelah beberapa tahun Capcom menggunakan MT Framework sebagai game engine pembuat game pada hardware generasi ketujuh, perusahaan ini memutuskan untuk meningkatkan produktifitas pada generasi hardware berikutnya dengan membuat engine baru yang dinamakan Panta Rhei. Pada konsole rumahan seperti Smartphone, Playstation vita, dan Nintendo 3DS masih menggunakan engine MT Framework Mobile dan juga Lite.

Engine baru ini di design dengan peningkatan efisiensi alur kerja dengan mengurangi waktu iterasi untuk memodifikasi pada gameplay dan juga design game. Selain itu, engine ini meningkatkan model fisik dari fluids dan emphasis pada global illumination rendering. Pengembangan dari engine baru ini dimulai pada tahun 2011. Fitur yang dimiliki engine ini adalah management of shader program, virtual machine yang memungkinkan game scripting ditulis dalam C#, perubahan pada alur kerja, dan menggunakan teknologi DirectX 11.

Game yang awalnya dirilis dengan menggunakan engine ini adalah Deep Down. Penegmbangan game ini dan panta rhei dilakukan secara paralel. Deep Down menggunakan teknologi textur sebesar 3gb dengan 30 shader yang berjalan pada frame rate 30 fps. Teknik grafis yang digunakan pada Deep Down menggunakan deferred rendering yang mengimplementasikan sumber cahaya dinamis dan juga surface rendered. Teknologi yang di demonstrasikan juga berupa simulasi api dan juga asap di rilis pada agustus 2013.


Panta Rhei menggunakan metode rendering berbasis fisik untuk melakukan kalkulasi pantulan cahaya. Dalam membuat video game, panta rhei menggunakan oren-nayar model dan juga cook-torrance model. Secara umum, digunakan juga tile based deferred rendering dengan digunakan juga forward rendering untuk simulasi skin effect dan objek transparan lain. Pada november 2014, AMD Mantle API tergabung dalam panta rhei.
Baca Selengkapnya → Game Engine : Panta Rhei

Selasa, 27 Desember 2016

Game Engine : Godot

Godot merupakan game engine dengan lisensi MIT yang digunakan untuk membuat game 2D dan 3D dan juga dapat di gunakan lintas platform. Engine ini di kembangkan oleh komunitas Godot Engine dan digunakan oleh beberapa perusahaan di Amerika latin sebelum menjadi engine yang open source dan dirilis ke publik. Engine ini dapat digunakan untuk melakukan pengembangan game yang dilakukan pada Windows, OS X, dan juga Linux yang menargetkan pembuatan game untuk PC, konsol, Mobile, dan juga platform web.

Godot menargetkan integrasi penuh pada pengembangan game. Engine ini memungkinkan developer untuk membuat game dari awal tanpa menggunakan tools lainnya. Game konsep yang digunakan menggunakan konsep tree dari scane-scane yang ada. Sumber pembuatan game berasal dari script yang dijadikan aset grafik yang disimpan pada disk penyimpanan sebagai bagian dari file system komputer. Penyimpanan ini merupakan solusi yang menjadikan game developer lebih mudah dalam mengkolaborasikan script menggunakan version control.

Godot game dibuat menggunakan bahasa C++ atau menggunakan bahasa scripting sendiri yang dinamakan GDScript  yang merupakan bahasa pemrograman tingkat tinggi yang dinamis yang hampir menyerupai Phyton. GDScript menggunakan penulisan variable dan di optimisasi untuk arsitektur Godot yang berbasis scane. Developer dari Godot memulai mencoba penggunaan alternatif bahasa scripting lain sebelum memutuskan penggunaan bahasa scripting custom yang diperbolehkan untuk optimisasi dan integrasi editor.

Godot hadir dengan editor yang memiliki fitur indentasi otomatis, penyorotan sintaks dan juga pelengkapan kode. Selain itu, godot juga dilengkapi dengan debugger dengan kemampuan untuk mengatur breakpoint dan juga program stepping. Engine fisik juga terdapat dalam godot untuk aspek 2D dan juga 3D yang mendukung collision detection, rig body, static body, karakter, kendaraan, raycasts dan juga joints.

Grafik engine dari Godot menggunakan OpenGL ES 2.0 untuk semua platform yang di dukung. Engine ini mendukung transparency, normal mapping, specularity, dynamic shadow yang menggunakan shadow map dan efek full-screen post-processing seperti FXAA, bloom, DOF, HDR, gamma correction dan juga fog. Godot menggunakan bahasa shader yang telah di buat sederhana yang menyerupai GLSL. Shader ini dapat digunakan pada material, post-processing dan juga pada rendering objek 2D. untuk membuat shader dapat juga dilakukan dengan memanipulasi node yang ada pada editor visual.


Godot memiliki engine grafik 2D yang dapat berjalan terpisah dengan engine grafik 3D yang dimilikinya. Contoh fitur yang dimiliki  oleh engine 2D ini adalah light, shadow, shader, GUI, spirite, tle set, parllax scrolling, polygon, animation, physic dan juga particle. Engine ini juga memungkinkan perpaduan antara 2D dengan 3D maupun 3D dengan 2D dengan menggunakan viewport node. Godot memiliki sistem animasi dengan GUI untuk melakukan editing animasi skeletal, blending, animation tree, morphing, dan cutscane secara realtime.
Baca Selengkapnya → Game Engine : Godot

Senin, 26 Desember 2016

Game Engine : CryEngine

CryEngine adalah game engine yang dibuat oleh game developer asal Jerman yaitu Crytek. Engine ini digunakan pada game Far Cry dan terus berlanjut dan di perbaharui agar dapat mendukung konsol baru dan hardware untuk game mereka. Engine ini juga digunaka oleh third-party game dibawah lisensi dari Crytek seperti Sniper : Ghost Warrior 2 dan SNOW. Imperium Games menggunakan versi modifikasi dari CryEngine untuk game Star Citizen dan Squadron 42. Warhorse Studio menggunakan versi modifikasi dari engine ini pada Kingdom Come : Deliverance. Ubisoft memodifikasi CryEngine dan menamakannya Dunia Engine yang digunakan pada game Far Cry series.

CryEngine 1 digunakan untuk game first-person shooter berjudul Far Cray. Engine ini di kembangkan oleh Crytek sebagai technology demo untuk Nvidia. Saat kartu grafis dengan dukungan 3.0 pixel dan juga vertex shader dirilis, Crytek merilis versi 1.2 dari CryEngine yang memiliki kemampuan yang lebih baik pada segi grafik. Pada versi 1.3, HDR lightning di tambahkan.


CryEngine 2 digunakan Crytek pada game Crysis dan versi yang lebih baru pada Crysis Warhead. Pada maret 2009, Crytek mengumumkan CryEngine 3. Versi baru ini digunakan untuk Microsoft Windows, Playstation 3, Xbox 360, dan juga Wii U. untuk game PC, engine ini support dengan DirectX 9, 10 dan juga 11. Pada oktober 2009, CryEngine 3 ini di rilis ke publik. Selain itu, Crytek merilis fersi nonkomersial dari CryEngine yang bernama CryEngine free SDK.

Pada agustus 2013, Crytek melakukan rebranding pada CryEngine dengan nama yang lebih simple dan mengumumkan versi berikutnya tanpa menggunakan angka. Versi baru ini memiliki dukungan pada Linux dan konsol seperti Playstation 4, Xbox One, dan juga Wii U. Pada maret 2016, Crytek mengumumkan versi baru dari CryEngine yang dinamakan CryEngine V dengan fitur DirectX 12, Vulkan, dan juga Virtual Reality.


Baca Selengkapnya → Game Engine : CryEngine

Game Engine : V-Play Engine


V-paly merupakan game engine 2D yang di design untuk mengembangkan game dan aplikasi lintas platform baik desktop maupun mobile. V-play berbasi pada Qt cross-platform development framework yang menyediakan abstraksi layer untuk timer, thread, storage, network, dan ui rendering pada platform berbeda. Biasanya, Qt adalah pembuat desktop aplikasi yang populer. Contoh dari aplikasi yang menggunakan Qt adalah VLC Media Player, Skype, dan juga Autodesk Maya. Aplikasi tersebut menggunakan modul GUI yang memungkinkan pembuatan tamilan aplikasi dengan satu basis source code. Sejak meningkatnya platform mobile dan keberhasilan finansial dari app store pada perangkat mobile , Qt juga masuk kedalam segmentasi pasar ini. Engine ini dibuat spesifik untuk digunakan dalam pembuatan game 2D lintas platform.

V-play multiplayer dapat digunakan untuk membuat game multiplayer dengan jenis turn-base secara realtime untuk lintas platform. Perangkat yang di dukung seperti IOS, Android, Windows Phone, Windows, Linux, dan juga Mac OS X. terdapat juga sistem matchmaking pintar yang menggunakan ELO rating, dukungan chat, notifikasi, sinkronisasi profil pemain berbasis cloud dan bayak lagi fitur sosial yang dimiliki.


V-play Game Network adalah layanan game multiplatform yang memungkinkan pemain untuk membandingkan nilai tertinggi dan achievements yang telah dimiliki dengan pemain lainnya. Pemain dapat bermain bersama pada satu server walaupun menggunakan platform yang berbeda dan terdapat integrasi media sosila untuk saling membagi progress yang di lakukan dalam game. 
Baca Selengkapnya → Game Engine : V-Play Engine

Game Engine : PhyreEngine


PhyreEngine merupakan game engine yang bebas digunakan dari Sony Interactive Entertaiment. PhyreEngine kompetibel dengan perangkat Playstation 4, Playstation 3, Playstation VR, Playstation Vita, Playstation Portable, Microsoft Windows dengan OpenGL dan DirectX11, Android, dan juga IOS. PhyreEngine telah digunakan oleh banyak studio game dan telah digunakan pada lebih dari 200 judul game.

PhyreEngine di distribusikan debagai paket instalasi yang berisi source code lengkap dan juga tools-tools Microsoft Windows, disediakan dengan lisensi penggunaan yang fleksibel yang memungkinkan semua developer game playstation 3, penerbit atau tools dan perusahaan untuk membuat software yang menggunaka PhyreEngine pada semua platform. Engine ini menggunakan teknik proses paralel yang mutakhir yang mengoptimalkan Synergistic Processor Unit (SPU) dari Cell Boardband Engine pada Playstation 3, namun dapat di porting ke arsitektur multi-core lainnya.

PhyreEngine mendukung OpenGL dan juga Direct3D, sebagai tambahan pada Playstation 3 LibGCM library. Engine ini menyediakan game template sebagai source code yang meliputi dukungan untuk Havok Complete XS, NVIDIA PhysX, dan juga Bullet for physic.

Pengembangan dari PhyreEngine di mulai pada tahun 2003 untuk membuat game engine bafi konsol Playstation 3 dan di demonstrasikan ke publik pada tahun 2006. PhyreEngine di rilis pada tahun 2008. Fitur baru di tambahkan pada versi 2.40 yang rilis pada maret 2009 seperti foliage rendering system yang menyediaka tools dan teknologi untuk melakukan rendering ultra realistik untuk pepohonan dan tumbuhan pada game.



Versi 3.0 dirilis pada tahun 2011 dengan aset pipeline baru yang lebih powerfull, dan juga tool processing yang lebih powerfull untuk  membuat aset pada setiap platform. Dilakukan juga penulisan kembali pada level editor yang memungkinkan data-driven yang lebih jauh untuk membuat game menggunakan PhyreEngine. Kombinasi dari  banyak API dan banyak fungsional orientasi game meliputi dukungan entities, scripting, dan integrasi fisik dan navigasi kompone, PhyreEngine 3.0 dapat membuat game berkualitas tinggi dengan waktu dan biaya yang lebih sedikit. 
Baca Selengkapnya → Game Engine : PhyreEngine